Kamis, 28 April 2016

Prolog (sebuah cerita tanpa judul)

“Kau tahu,, hari ini berapa surat cinta norak yang kuterima??”
“Memangnya lebih banyak dari pada surat cinta khalayalan yang kau kirimkan padaku??”
“Hei nona,, aku tak pernah mengirimi mu surat semacam itu. Berhentilah berkhayal.”
“Jadi berapa tumpukan kertas yang berserakan di kamarmu kali ini? Perlu kubantu balaskan satu persatu?”
“Kau tahu gadis manis yang selalu menonton pertunjukan gitarku diam-diam dalam kelas? Kau akan muntah begitu tahu betapa tergila-gilanya dia padaku. Hahaha.. Tapi siswa tahun pertama boleh juga. Sebagian besar dari mereka mengidolkanku saat penerimaan siswa baru. Kau ingat? Hahaha.. Kau tak tahu seberapa populernya aku sayang.. Jadi berhentilah mengarang cerita kalau aku memberimu surat cinta setiap minggu. Beberapa gadis datang ke kelasku menanyakan hal konyol itu. Merepotkan”
“…..”
“…..”

“Hei, apa aku harus mulai berkencan dengan beberapa pria? Sepertinya menarik.”

Kau menatapku nyalang. Lalu terdiam.  Waktu itu di malam yang sangat dingin di atas trampoline halaman rumahku. Hening. Tak ada satupun yang bersuara setelahnya. Lalu kau pun turun dari atas trampoline. Berjalan menjauh sambil tertunduk. Aku bertanya-tanya, apa kau sedang PMS? Atau kau sedang terburu-buru pulang menulis balasan surat cintamu? Lalu kemudian kau berbalik. Kembali menatapku dengan mata nyalang berapi-api. Seperti singa yang siap memangsa kelinci. Aku tidak pernah melihat singa memakan kelinci. Apa mereka boleh memakan kelinci? Entahlah. Kau menghampiriku dengan tergesa-gesa..
“Kuberi tahu padamu gadis manis. Kau. Hanya. Milikku! Jangan pernah berfikir mendekati pria lain. Apa katamu? Berkencan? Dengan banyak pria? Oh demi Tuhan akan kubunuh mereka satu persatu. Coba saja kalau berani.” Kau mengatakannya tanpa jeda, penuh amarah seperti singa yang kusebutkan tadi  lagi pergi meninggalkan halaman rumahku. Melompat ke atas pagar kayu putih sepinggang. Kulihat kau masuk ke dalam rumahmu tanpa menoleh sedikitpun.


Kita masih kelas 11 waktu itu. Di atas sebuah trampoline kau menyatakan kepemilikanmu tanpa bertanya padaku. Kau tahu tuan sok tahu??? Sepertinya PMSmu benar-benar kacau..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar